Tampilkan postingan dengan label Saham Gorengan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Saham Gorengan. Tampilkan semua postingan

Trading di Saham Gorengan

Di pasar saham Indonesia, kita mengenal banyak jenis saham: Saham blue chip, saham middle cap (saham lapis dua), saham-saham small cap. Mayoritas saham small cap banyak yang masuk dalam saham gorengan. 

Kalau anda ingin mengetahui ciri2 saham gorengan, anda bisa baca kembali tulisan saya disini: Kenali Ciri-ciri Saham Gorengan di Indonesia. 

Saham blue chip merupakan saham2 perusahaan yang memiliki kinerja mapan, mayoritas sahamnya punya pergerakan harga yang stabil dan likuid. Sedangkan saham2 lapis dua biasanya adalah perusahaan2 yang sedang bertumbuh, dan perusahaan2 yang sudah merupakan "pemain lama" di Bursa, namun dari segi size, masih kalah dengan blue chip. 

Sedangkan saham gorengan adalah saham2 perusahaan yang kinerjanya kurang baik, kapitalisasi pasar kecil. Sehingga, harga sahamnya mudah dipermainkan pergerakannya oleh bandar alias banyak di pom-pom. 

Saham2 yang punya pergerakan baik dan likuid, harga sahamnya akan cenderung lebih mudah naik dan rebound. Saham2 tersebut juga memiliki pola2 yang lebih mudah dianalisa dengan analisis teknikal. 

Sebaliknya, saham2 gorengan karena banyak di pom-pom bandar, dan likuiditasnya sangat kecil, maka saham2 gorengan tidak memiliki pola chart yang bisa dianalisa dengan baik, serta pergerakan harganya hanya bisa ditebak oleh bandar. 

POLA SAHAM GORENGAN 

Saham gorengan bisa naik puluhan persen dalam waktu beberapa menit saja. Tapi sebaliknya, saham gorengan juga bisa jatuh 20% lebih hanya dalam hitungan menit. 

Saham yang digoreng bandar, karena saham tersebut memiliki kinerja keuangan yang kurang baik, dan likuiditasnya rendah. Logikanya, kalau saham tersebut memang sangat baik secara fundamental, maka pasti saham tersebut lebih banyak diincar dan dibeli trader. 

Oleh karena itu, tidak jarang bandar memanfaatkan rumor atau berita2 tertentu untuk menggoreng / menaikkan harga sahamnya, dengan tujuan menciptakan kesan seolah-olah sahamnya bagus buat trading, likuid dan bisa memberikan profit yang besar. 

Ada banyak sekali contohnya. Misalnya saham MPMX berikut: 

Saham gorengan
Saham MPMX harganya di pom-pom (tanda persegi), ketika ada pengumuman laba bersih yang naik 798% dan MPMX akan mengumumkan pembagian dividen yang besar. Kita juga sudah pernah bahas disini: Analisa Saham MPMX dan Dividend Trap.

Namun setelah informasi dividen berakhir, MPMX harganya langsung dijatuhkan bandar (tanda lingkaran), dan MPMX tidak kembali lagi ke harga sebelum di pom-pom. 

Ini adalah salah satu contoh cara bandar menggoreng saham-saham yang tidak likuid, dengan memanfaatkan berita untuk pom-pom suatu saham untuk menciptakan kesan seolah harga saham dan fundamental perusahaan mulai bagus. Padahal disitulah bandar hanya menjebak trader ritel. 

SAHAM GORENGAN YANG MENGUNTUNGKAN? 

Apakah ada saham gorengan yang menguntungkan? 

Pasti ada, dan saya yakin kalau anda punya pengalaman trading di saham gorengan, anda pasti pernah menemukan beberapa saham gorengan yang bisa memberikan profit berkali-kali dalam jangka pendek. 

Tapi berdasarkan pengalaman saya, tidak ada saham gorengan yang pergerakannya bisa ditradingkan terus untuk jangka panjang. 

Banyak saham gorengan yang awalnya punya pergerakan bagus, namun setelah bandar sudah 'cabut' dari sahamnya, harga sahamnya tidak bergerak dan hanya sideways di harga support-nya. 

Hal ini beda dengan misalnya, saham2 blue chip atau saham second liner yang punya pergerakan harga bagus, sehingga bisa ditradingkan terus selama bertahun-tahun. 

Sekarang kita sudah tahu kalau saham gorengan itu high risk, meskipun tampaknya menggiurkan karena harganya bisa naik cepat. 

Kalau anda sudah nyangkut di saham gorengan, anda harus pertimbangkan untuk cut loss dan evaluasi trading anda. Maka dari itu, jika anda trading saham gorengan, saran saya: 
  • Disiplin dalam take profit dan cut loss 
  • Jangan beli saham gorengan karena ikut-ikutan
  • Jangan mudah percaya dengan saham gorengan yang katanya bagus di grup2 saham
  • Tradinglah dengan modal kecil (maksimal 10% modal anda)
  • Jika saham gorengan sudah tidak sebagus dulu, tinggalkan sahamnya


Katalog produk digital dan jasa freelance indonesia, cek dibawah ini.

Strategi Trading di Saham Gorengan

Saham gorengan / saham lapis tiga merupakan saham2 yang pergerakannya tidak stabil, sulit dianalisa dengan analisa teknikal (pergerakan harga saham lebih tergantung dari bandar saham) dan memiliki fluktuatif harga yang sangat tinggi. 

Kalau anda menemukan saham yang likuiditasnya rendah (volume kecil, bid-offernya cuma sedikit), tapi harga sahamnya bisa naik dan turun puluhan persen dalam waktu singkat (menitat), maka itulah ciri-ciri saham gorengan. 

Saham-saham lapis tiga terkadang bid-offernya bisa cenderung tebal, tetapi pergerakan harganya tetap volatil, bisa naik dan turun puluhan persen dalam waktu singkat. Menurut versi saya contohnya seperti TRAM dan BUMI. Saham2 seperti ini adalah saham2 lapis tiga. Baca juga: Kenali Saham Gorengan di Indonesia

Di dalam trading, khususnya anda trader ritel saya memang tidak menyarankan untuk terlalu sering membeli saham gorengan, karena risikonya besar. Akan tetapi, bukan berarti anda tidak boleh beli saham gorengan. 

Nah, jika ingin membeli saham gorengan, anda harus melakukan dengan strategi yang tepat. Berikut beberapa strategi trading di saham gorengan yang bisa anda terapkan: 

1. Pilih saham gorengan yang memiliki pola historis 

Ada saham2 gorengan yang hampir tidak ditradingkan, sehingga tidak punya pola2 historis. Maka dari itu, untuk mempelajari pergerakan saham gorengan, anda hendaknya memilih saham2 gorengan yang chart-nya memiliki pola2 historis. 

Hal ini karena pola2 historis di suatu saham berpotensi terulang, sehingga pola-pola yang sama atau mirip dapat terulang kembali pola harganya di masa mendatang. 

Selain itu, dalam membeli saham lapis tiga, anda juga harus menggunakan analisa teknikal  (khususnya candlestick) disamping melihat net buy-sellnya. Kombinasi2 tersebut dapat anda gunakan untuk membaca saham2 yang punya potensi naik dalam jangka waktu menitan. Pelajari juga: Cara Trading Cepat 15 Menit - Scalping Trading. 

2. Hindari membeli saham gorengan IPO 

Saham yang baru IPO beberapa hari biasanya memiliki pergerakan harga sangat liar. Maka dari itu, hindarilah membeli saham2 IPO yang sedang digoreng bandar. 

Carilah saham-saham yang minimal sudah ada pola-pola chart dan analisa teknikalnya, sehingga anda lebih mudah melihat potensi pergerakan harganya. 

Kalau anda membeli saham2 yang baru IPO, anda belum bisa menganalisa chartnya. Di satu sisi, banyak saham IPO yang sudah naik cepat selama beberapa hari, harga sahamnya sangat rawan jatuh dalam waktu cepat. 

3. Gunakan modal sekecil mungkin (maksimal 10% modal trading anda) 

Inilah poin yang sangat penting. Saya menyarankan pada anda untuk menggunakan modal kecil jika membeli saham gorengan. Gunakan modal maksimal 10% dari modal anda. 

Karena saham2 gorengan ini berisiko, jangan pernah menjadikan trading saham sebagai gambling, dan tetap lakukan analisa sebelum anda membeli. 

Banyak trader yang nekad masuk dengan modal besar di saham gorengan karena ingin cepat kaya dalam waktu cepat. Memang dengan beli saham gorengan, anda bisa untung besar dalam waktu cepat. 

Tapi risikonya juga sebaliknya. Anda bisa rugi besar dalam waktu cepat. Pergerakan saham gorengan yang tidak konsisten, membuat anda akan sulit mendapatkan untung konsisten jangka panjang jika anda hanya membeli saham2 gorengan. 

Oleh karena itu, supaya anda dapat menciptakan portofolio saham yang sehat, gunakanlah modal kecil untuk membeli saham gorengan, dan prioritaskan modal lebih besar untuk beli saham2 yang risikonya kecil. 

4. Disiplin

Anda harus jauh lebih disiplin dalam menetapkan take profit dan cut loss, mengingat pergerakan saham gorengan yang tidak pasti. Kalau target profit anda sudah tersentuh, segera jual dan jangan terus berharap harga saham anda naik terus. 

Sebaliknya, kalau saham anda turun dibawah target, anda harus segera eksekusi cut loss. Banyak trader yang tidak mau cut loss di saham gorengan, dan akibatnya trader nyangkut di saham2 lapis tiga ini sampai bertahun-tahun. Tentu saja hal ini tidak baik untuk portofolio anda. 

Empat strategi trading di saham gorengan ini dapat anda terapkan, untuk anda yang mau mencoba trading di saham gorengan. Untuk anda tipikal trader konservatif, anda bisa menghindari saham2 gorengan ini dan memilih saham2 yang lebih rendah risikonya seperti saham2 LQ45. 


Katalog produk digital dan jasa freelance indonesia, cek dibawah ini.

Studi Kasus Saham Suspend: Saham ARTO

Saham ARTO adalah salah satu saham yang punya pergerakan "menarik", karena saham ARTO bisa naik 6 kali lipat (dari harga 400 ke 2.400) hanya dalam kurun waktu 2 bulan lebih. Kenapa saya bahas saham ini? 

Beberapa kali saya mendapatkan pertanyaan dari rekan2 yang ingin membeli saham ARTO. Namun, ada juga beberapa rekan trader yang terkena suspen saham ARTO ini. Kita coba perhatikan pergerakan grafik saham ARTO yang sangat 'menggiurkan' ini: 

Saham ARTO
Saham seperti ini tentu sangat berbahaya. Walaupun ARTO bisa naik setinggi itu, namun pergerakan harganya tidak mencerminkan fundamentalnya. Dan kalau anda perhatikan selama jam trading, ARTO memiliki pergerakan harga yang tidak likuid, dan spread bid-offer yang jelek. Pelajari juga: Mengenal Spread Bid-Offer di Pasar Saham.  

ARTO juga memiliki 'riwayat' suspen saham dari Bursa Efek, di mana selama 2 bulan tersebut ARTO sudah di suspen sebanyak 4 kali. Hal ini menandakan bahwa saham dengan tipikal: 

- Sering terkena suspen
- Kenaikan harga saham tidak wajar
- Harga saham tidak likuid
- Tidak didukung fundamental yang baik 

Adalah saham2 yang berisiko untuk trading. Kalau anda beruntung membeli saham ARTO di harga 400 atau 700, dan saham Anda naik sampai 2.400, maka anda profit. 

Tapi kalau anda sudah 'ketinggalan kereta' alias di harga 2.000-an anda belum punya saham ARTO, maka saran saya jangan mengejar saham yang geraknya seperti itu, karena kalau suatu saham sudah bergerak tidak wajar selama berhari-hari, saham tersebut akan sangat rawan terkena suspen. 

Memang setelah suspensi saham dibuka, tidak menutup kemungkinan harga saham akan naik lagi. Contohnya ARTO yang sudah disuspen beberapa kali, harga sahamnya masih lanjut naik. 

Namun, kita semua tidak tahu apakah setelah saham di suspen saham tersebut bakalan naik lagi? Atau jangan-jangan setelah suspen berikutnya harga saham langsung dibanting oleh bandar? Who knows?

Apalagi kalau anda memegang saham ARTO dan saham anda di suspen berkali-kali, apakah anda tetap bisa trading dengan nyaman, dengan tenang? 

Tipsnya, kalau anda menemukan saham gorengan yang sudah naik tinggi, apalagi sampai kena auto reject 3-4 hari berturut-turut, anda harus waspadai saham tersebut. Jangan mudah tergiur dengan profitnya, karena saham2 yang pergerakannya seperti itu sangat rawan di suspen. 

Kalau suspen sudah dibuka (unsuspend) alias sudah bisa ditradingkan sahamnya, maka saham tersebut bisa lanjut naik, atau sebaliknya langsung turun puluhan persen. Dan tentu saja hal ini juga nggak baik untuk psikologis, apalagi buat trader pemula. 

Prinsip saya pribadi, jangan sampai trading saham mengganggu aktivitas sehari-hari. Tradinglah dengan enjoy. Caranya, carilah saham2 yang pergerakannya baik bisa dianalisa dengan analisa2 umum (analisa teknikal). 

Apa yang saya tulis di pos ini, bukan bermaksud melarang anda untuk membeli saham apapun itu. Semua keputusan trading tetaplah anda di tangan anda, dan memilih saham adalah hak anda masing2. 

Namun di dalam trading, ada baiknya anda mempertimbangkan tipikal2 saham, terutama saham2 gorengan, dan saham2 yang potensi / sering terkena suspen (saham2 tersebut sangat berisiko). 



Katalog produk digital dan jasa freelance indonesia, cek dibawah ini.

Nyangkut di Saham Gorengan, Bagaimana Solusinya?

Pada saat anda membeli saham, dan saham yang anda beli harganya bergerak turun tidak sesuai dengan target anda, namun anda memutuskan untuk tidak jual rugi (cut loss), maka itulah yang dinamakan dengan SAHAM NYANGKUT. 

Di pasar saham, kita semua pasti pernah mengalami saham nyangkut. Entah akhirnya anda harus cut loss atau ternyata saham anda berbalik naik diatas harga beli dan anda profit. 

Tapi bagaimana kalau saham anda yang nyangkut itu adalah saham2 gorengan? Kita semua tahu bahwa saham2 gorengan ini punya pergerakan yang tidak teratur dan fundamentalnya juga tidak terlalu baik. 

Saya seringkali mendapatkan pertanyaan dari trader: "Pak Heze kalau saham2 saya nyangkut, apa saya harus cut loss atau hold dulu?"

Dan ketika saya melihat portofolio mereka, ternyata ada puluhan saham nyangkut yang hampir semua isinya adalah saham2 gorengan dan waran. 

Jadi kalau saham anda nyangkut (mayoritas saham nyangkut anda adalah saham2 gorengan), maka saran saya ada baiknya anda CUT LOSS

Karena mayoritas saham gorengan likuiditasnya sangat rendah, dan kinerja fundamentalnya juga tidak terlalu baik. Anda bisa cek sendiri bagaimana kinerja fundamental (laporan keuangan) saham2 gorengan yang listing di Indonesia. 

Yups, mayoritas saham2 gorengan banyak yang bermasalah dengan kinerjanya, misalnya rugi bersih, atau operasionalnya nggak jelas. Baca juga: Kenali Saham Gorengan di Indonesia.

Dan banyak kasus di mana saham2 gorengan yang setelah turun banyak, sahamnya 'ditinggal bandar', sehingga pergerakan sahamnya flat, dan nyaris nggak ada transaksi trading. 

Nah kalau saham sudah ditinggal bandar, maka saham tersebut akan jauh lebih sulit untuk naik / rebound. Saya juga sudah pernah membahas studi2 kasus saham2 gorengan yang harganya sulit kembali ke harga awal setelah sahamnya dijatuhkan bandar. 

Anda bisa baca-baca kembali disini:  Studi Kasus Saham Gorengan: Balik Harga IPOBelajar dari Kasus Saham POSA dan Studi Kasus: Saham Gorengan dan Saham IPO. 

Hal ini berbeda kalau anda beli saham2 yang likuid dan fundamentalnya bagus. Maka, ketika saham tersebut turun dan harganya sudah diskon / murah, saham tersebut memiliki peluang yang lebih besar untuk diangkat lagi, sehingga anda masih lebih aman jika memegang sahamnya di portofolio anda. Pelajari juga: Full Praktik Menemukan Saham Diskon & Murah. 

Jadi sebagai seorang trader atau bahkan fundamentalis, tentu saja nggak logis jika di portofolio anda berisi saham2 yang anda sendiri tidak paham dengan kondisi fundamentalnya dan analisa teknikalnya

Karena tujuan anda dan saya untuk mendapatkan profit di saham, maka tentu kita harus melakukannya dengan cara yang benar, yaitu belilah saham2 yang anda paham dengan analisa teknikalnya, maupun fundamental. 

"Pak Heze, tapi kalau saya cut loss semua, rugine gede. Gimana donk?" Tanya anda 

Dalam praktikknya memang tidak semudah itu, karena cut loss itu juga butuh mental dan keberanian trader. Banyak trader yang nggak berani cut loss karena floating loss-nya sudah terlanjut besar. 

Walaupun ada juga trader yang tidak mau cut loss (bukan nggak berani) karena trader masih berharap saham2 gorengannya suatu saat digoreng bandar lagi, sehingga naik ratusan persen, dan trader bisa balik modal (BEP atau bahkan profit). 

Nah kalau memang anda nggak berani cut loss karena kalau rugi besar psikologis anda terganggu, solusi "terbaiknya" anda menunggu saja saham anda dinaikkan lagi oleh bandarTetapi kalau anda sudah mengalami nyangkut di saham gorengan, anda harus BELAJAR DARI PENGALAMAN



Karena jujur saja, saham2 gorengan di portofolio apalagi kalau sahamnya sudah turun banyak dan nggak dinaikkan bandar lagi, maka saham2 tersebut nggak ada untungnya. Saham2 gorengan rata2 juga tidak memberikan dividen seperti halnya saham2 blue chip atau LQ45. 

Anggap saja ini adalah biaya belajar anda di bursa saham. Anda bisa belajar langsung dari PENGALAMAN ANDA SENDIRI, sehingga anda bisa memetik hasilnya di kemudian hari. 

Lalu, Kenapa banyak sekali trader yang nyangkut di saham gorengan? 

Ada banyak penyebab. Namun penyebab utama biasanya adalah ketidaktahuan trader atau trader sudah tahu namun nekad. Banyak trader yang ikut membeli saham2 yang di 'pom-pom' dan berakhir nyangkut, padahal trader sudah paham risikonya. 

Selain itu, banyak trader pemula yang bahkan tidak menyadari bahwa saham2 yang dibeli (nyangkut) adalah saham-saham gorengan, yang fundamentalnya tidak terlalu baik dan secara teknikal pergerakan grafiknya juga nggak jelas (tidak likuid, volume kecil dan sering digoreng bandar). 

Maka dari itu, sebelum anda trading, saya tidak bosan menekankan: Anda harus punya bekal pengetahuan trading, minimal anda bisa baca analisa teknikal dan sudah mengetahui basic2 screening saham yang layak trading. Pelajari juga: Cara Melakukan Screening Saham.

Jadi dalam trading anda harus memprioritaskan untuk memilih saham2 yang punya pergerakan likuiditas yang baik, dan untuk trader, at least perhatikan juga fundamental perusahaan, karena itu perlu. 

Portofolio saham yang sehat harus anda ciptakan supaya anda bisa mendapatkan profit yang lebih maksimal dan konsisten. 


Katalog produk digital dan jasa freelance indonesia, cek dibawah ini.

Studi Kasus Saham Gorengan: Balik Harga IPO

Di web Saham Gain ini, saya sudah beberapa kali membahas tentang saham2 IPO yang pergerakan harganya cenderung bergerak tidak wajar. Yups, mayoritas saham2 IPO di pasar saham kita merupakan saham-saham gorengan. 

Anda bisa baca kembali beberapa contoh saham IPO yang pernah saya bahas disini: Saham IPO yang Menjebak Trader: Studi Kasus Saham SWAT dan Studi Kasus: Saham Gorengan dan Saham IPO. 

Di pos ini kita akan bahas saham FILM. Seperti saham IPO pada umumnya, anda bisa lihat grafik saham FILM saat awal IPO, harganya melonjak secara drastis, tidak wajar. 

Grafik saham FILM
Dari harga 400-an saat awal IPO, FILM kemudian melonjak sampai ke harga 1.600 hanya dalam 2 minggu trading bursa, namun dengan likuiditas yang sangat rendah. Setelah harganya naik 4 kali lipat dalam 2 minggu, FILM kemudian mulai bergerak turun drastis. 

Dan setelah itu FILM bergerak sideways dengan volume yang tidak stabil (anda bisa lihat volume dibawah grafik, terkadang muncul dan terkadang sangat tipis). Kemudian dalam 2 minggu terakhir, FILM yang sideways di harga 1.000 turun terus hingga balik ke harga IPO (tanda persegi) di sekitar 400-an.

Saham seperti ini memang bisa diangkat oleh bandar sewaktu-waktu, namun kita tahu apakah kenaikannya bisa membentuk tren yang bagus (uptrend) atau hanya digoreng sesaat. 

Sebagai seorang trader saham, jangan pernah tergiur untuk membeli saham-saham IPO hanya karena naiknya sangat cepat pasca IPO (kecuali anda seorang spekulan). Baca juga: Trader Saham vs Spekulan.  

Seperti saham2 IPO lainnya yang sudah pernah kita bahas (saham SWAT, saham POSA), mayoritas saham2 IPO saat ini memang punya pergerakan harga yang kurang baik dan risikonya tinggi.

Kalau anda terlambat membeli saham2 IPO di harga yang sudah terlanjur tinggi, maka floating loss anda bisa sangat besar, dan satu-satunya cara agar saham anda bisa balik lagi, yaitu berharap agar bandar menaikkan lagi sahamnya. Maka dari itu, penting bagi anda yang membeli saham2 seperti ini untuk jauh lebih disiplin dalam cut loss. 

Namun dari banyak saham2 IPO yang sering menjebak trader, banyak saham yang sudah naik tinggi, kemudian harganya nggak balik naik lagi ke harga titik puncaknya. Saham FILM contohnya, yang harganya langsung diturunkan lagi ke harga IPO-nya.  

Jadi pesan saya, jangan pernah gambling di saham2 IPO. Kita sudah melihat tren pergerakan saham FILM yang cukup mengerikan, harganya bisa jatuh dengan cepat dan kembali ke harga pasca IPO. 

Hal ini sudah sering terjadi di pasar saham kita. Anda boleh saja membeli saham2 IPO, namun anda harus perhatikan dan analisa 2 hal. 

Pertama, anda harus cross check fundamentalnya sebelum membeli. Anda bisa melihat saham2 IPO melalui prospektusnya. Baca juga: Cara Mencari Prospektus. Saat ini banyak saham IPO yang bisa listing di Bursa walaupun laporan keuangannya minus alias rugi. Inilah yang berbahaya. 

Saham2 seperti ini sangat berpotensi menjebak anda ketika nantinya sudah listing di pasar saham. Saham POSA adalah salah satu contoh saham yang prospektusnya jelek (mengalami rugi). Anda bisa lihat pergerakan saham POSA saat listing di Bursa. 

Anda harus cek juga lini bisnisnya. Kalau lini bisnis perusahaan tersebut tidak banyak dikenal masyarakat, atau emitennya tidak terlalu ternama, maka anda harus lihat dulu kinerjanya beberapa kuartal (dari laporan keuangan) setelah listing di Bursa. 

Kedua, perhatikan juga likuiditas transaksinya. Anda bisa perhatikan hari pertama, kedua saat sahamnya listing di pasar saham. 

Kalau sahamnya sudah naik secara tidak wajar (naik puluhan persen), namun volume sangat kecil, dan bid-offernya cuma puluhan, maka saham2 tersebut adalah saham2 gorengan. Baca juga: Kenali Saham Gorengan di Indonesia. 

Harus diakui mayoritas perusahaan2 yang IPO memiliki banyak kepentingan, sehingga kita bisa lihat sendiri (saham FILM ini contohnya) saham2 IPO punya pergerakan yang tidak wajar setelah listing, banyak digoreng bandar. Jadi, selalu lakukan analisa saham-saham IPO yang lebih mendalam sebelum anda membeli. 


Katalog produk digital dan jasa freelance indonesia, cek dibawah ini.

Saham MPMX: Peluang Trading?

Saham MPMX mendadak menjadi saham yang cukup fenomenal setelah saham ini membagi dividen per share (DPS) yang sangat besar, disertai dengan dividend yield yang tinggi. 

Tetapi saham MPMX ini ternyata bukanlah saham yang terlalu cemerlang secara fundamental. Dan benar saja, MPMX ini ternyata menjadi "mainan" bandar untuk meraup profit sekaligus menjebak trader-trader ritel. Anda bisa kembali ulasan2 saya tentang MPMX disini: Analisa Saham MPMX dan Dividend Trap dan Saham Murah Dividen Besar, Pasti Untung?

Saham MPMX
Pasca dividend trap (lihat tanda persegi) dari harga 1.400-an. MPMX terus anjlok selama beberapa bulan, dan harganya masih belum kembali ke harga awal lagi (harga 1.400 sebelum jatuh). Bahkan MPMX cenderung turun terus hingga di level 600-700. 

"Kenapa bahas saham MPMX lagi Pak Heze? Bukannya kapan hari sudah pernah ulas MPMX?" Tanya anda 

Saham MPMX sempat naik 23,74% dalam sehari (lihat tanda panah di candle terakhir). Sehingga, saya mendapat beberapa pertanyaan dari trader: Apa MPMX sudah waktunya beli lagi? Apakah MPMX bisa buat trading jangka pendek? Apakah MPMX bisa balik ke 1.000 karena terakhir volumenya besar?

Oleh karena itu, saya ingin mengulas saham MPMX ini, terutama dari segi teknikalnya. Jadi yang kita ulas disini adalah lanjutan dari ulasan sebelumnya. 

Seperti yang kita ulas di pos sebelumnya, MPMX ini adalah saham yang kurang likuid, sehingga bandar mudah menggoreng sahamnya (waktu itu dengan memanfaatkan berita kenaikan laba dan pembagian dividen). 

Itu artinya, sebagai trader saham jelas MPMX ini adalah saham yang berisiko. Kalau anda mau trading di saham MPMX, ada baiknya anda disiplin menetapkan take profit dan cut loss serta tidak hold saham terlalu lama, karena pergerakan MPMX (anda bisa lihat sendiri polanya di chart) sangat tidak menentu. 

Dan seperti inilah memang salah satu ciri2 saham gorengan: Harga turun dalam waktu panjang, kemudian dalam waktu singkat harganya dibuat naik puluhan persen sampai auto reject. 

Tujuannya selain bandar bisa mendapatkan saham dengan harga murah, bandar bisa menciptakan kesan untuk memancing trader ritel seolah-olah saham tersebut sudah mulai bagus, sudah bisa di koleksi. 

Kita memang tidak tahu sampai kapan saham MPMX ini akan dinaikkan lebih tinggi, atau ternyata naiknya cuma 'jebakan batman' saja, alias dinaikkan sehari lalu diturunkan lagi.  

Kalau berkaca dari banyak pengalaman pergerakan saham gorengan, banyak saham gorengan yang harganya diangkat lagi setelah turun tajam, kenaikannya bisa bertahan 2-4 harian (walaupun hal ini bukanlah rumus yang baku). Namun banyak juga saham gorengan yang kenaikannya hanya bertahan 1 atau 2 hari, setelah itu, harganya "dibanting" lagi oleh bandar. 

Anda bisa lihat contoh saham yang pernah saya ulas: Saham IPO yang Menjebak Trader: Studi Kasus Saham SWAT dan Studi Kasus: Saham Gorengan dan Saham IPO. 

"Apakah berarti MPMX ini sudah layak dibeli atau belum ya Bung Heze?" Tanya anda semakin penasaran

Kita lihat pola MPMX yang terjadi sekarang ini, di mana MPMX yang harganya turun terussss, volume sangat kecil, tiba2 harganya naik 24% dengan volume besar dan auto reject atas. 

Maka ada kemungkinan saham MPMX diangkat lagi dalam JANGKA PENDEK, karena saham2 yang terkena auto reject atas, pada umumnya harga saham di pagi hari masih ada potensi melanjutkan kenaikan. 

Biasanya bandar, trader ritel yang mulai euforia masih akan melanjutkan aksi beli. Sehingga, sangat mungkin MPMX naik lagi beberapa persen dalam jangka waktu beberapa menit, 1-2 harian.

Anda bisa manfaatkan untuk scalping, tetapi seperti yang saya tuliskan tadi: Anda harus batasi risiko (cut loss) dan disiplin take profit. Jangan pernah serakah di saham2 gorengan. 

Di saham gorengan pun tidak ada yang pasti. Apa yang saya ulas adalah berdasarkan pengalaman saya pribadi melihat pergerakan2 saham gorengan. Tetapi banyak juga saham gorengan yang harganya balik loyo lagi setelah sehari naik kencang, karena bandar saham sudah langsung profit taking (bandar merasa untungnya sudah cukup). 

Dari sini pun kita juga bisa mengambil pelajaran penting bahwa setiap pergerakan saham2 gorengan memang cenderung sulit dianalisa dengan analisa teknikal, karena pergerakannya lebih tergantung dari permainan bandar. 

Maka untuk anda para trader yang murni teknikalis dan tidak suka jadi spekulan, saham2 seperti ini tentu ada baiknya anda hindari, karena bagaimanapun juga pergerakannya "liar" dan tidak sehat untuk trader.

Satu pesan lagi (yang penting) yang ingin saya sampaikan di pos ini terutama melihat gencarnya pembahasan saham MPMX di kalangan trader... Dan kalau anda perhatikan beberapa bulan lalu MPMX gencar dibahas karena naik-turunnya nggak wajar. 

Lalu setelah MPMX turun terus dan sedikit ditradingkan, trader seolah melupakan saham ini. Namun begitu MPMX melejit dengan cepat dalam sehari, saham ini mulai ramai dibicarakan lagi dan banyak spekulasi2.

Maka dari itu, dalam trading, anda perlu melihat fakta ini: Semakin gencar suatu saham diperbincangkan oleh trader rite2l, hal ini akan menjadi kesempatan besar dan amunisi bagi bandar untuk menggoreng isu, rumor, dan memancing trader untuk masuk di dalam perangkap bandar. 

Bandar akan membuat ramai harga dan volume saham, dengan tujuan untuk menciptakan kesan seolah sahamnya bakalan naik lagi. Hal ini pernah terjadi di saham BEKS (sekarang? BEKS balik ke gocap).

Semakin banyak saham gorengan diperbincangkan, ketika sahamnya mulai naik, maka semakin banyak pula trader2 yang mulai percaya. Padahal itu hanyalah permainan bandar. 

Bandar bisa saja mudah menggoreng suatu saham kalau sahamnya itu tidak likuid. Salah satu contohnya seperti MPMX yang kita bahas di pos ini. 

Jadi semua kembali lagi kepada anda. Kalau anda seorang spekulan yang suka saham gorengan, anda boleh saja mentradingkan saham2 seperti itu, namun anda harus disiplin. Untuk anda teknikalis, lebih baik mencari saham2 yang teknikal dan momentumnya lebih jelas. 


Katalog produk digital dan jasa freelance indonesia, cek dibawah ini.

Saham Gorengan yang Menguntungkan

Saya sering mendapat pertanyaan dan request dari trader, para pembaca web Saham Gain ini untuk memberikan list / daftar saham gorengan yang menguntungkan buat trading, yang bisa memberikan profit cepat dan risiko rendah untuk trader. 

Maka saya jawab di pos ini: Jujur saja tidak ada list khusus saham gorengan yang pasti memberikan profit cepat dan risiko rendah. Karena memang pada dasarnya, saham gorengan adalah saham2 yang risikonya tinggi. 

Anda bisa mentradingkan saham gorengan untuk melihat saham2 yang akan naik, tapi tetap saja anda harus menggunakan analisis teknikal. Saya pernah membahasnya disini: Cara Trading Cepat 15 Menit - Scalping Trading.

Namun anda yang ingin trading di saham gorengan, sebagus apapun sahamnya, saya tetap menyarankan anda untuk menggunakan modal kecil (maksimal 10% modal anda), dan anda harus disiplin menetapkan target yang anda tentukan.  

Kenapa banyak sekali trader yang ingin beli saham gorengan? Karena banyak trader yang ingin dapat untung cepat di saham tanpa mau melalui proses. 

Banyak trader yang melihat trader2 dengan modal besar "pamer" untung besar di saham2 gorengan, akhirnya trader2 pemula yang belum tahu seluk beluk trading, ingin mengikuti jejak trader lain dengan membeli saham gorengan. 

SAHAM GORENGAN ADALAH SAHAM YANG MENARIK TAPI BERBAHAYA.. Anda yang berniat dapat untung tiap hari di saham gorengan, saya menyarankan baca sampai habis fakta-fakta saham gorengan yang sering memakan korban trader ritel. 

Saham gorenan memiliki tingkat likuiditas rendah, saham beredar sedikit, fluktuatif harga yang tidak wajar dan pergerakan harganya hampir 100% digerakkan bandar saham. Saham2 gorengan umumnya dibarengi dengan kinerja fundamental yang kurang baik, sehingga peminat saham2 ini sedikit. 

Walaupun demikian, saham gorengan selalu terlihat menggiurkan karena mampu naik lebih cepat dibandingkan saham2 lainnya. Katakanlah saham2 blue chip dalam sehari "hanya" bisa naik 2-3%, maka saham2 gorengan bisa naik 20-25% sehari.

Contoh2 saham2 gorengan misalnya POSA, KPIG, DWGL, NAGA dan lain2, termasuk mayoritas waran yang umumnya juga sering digoreng bandar. Baca juga: Daftar dan Contoh Saham Gorengan. 

Nah, karena saham gorengan sekilas menawarkan untung besar dalam waktu cepat, hal ini membuat banyak trader mudah terjebak memasukkan sebagian besar modal mereka di saham gorengan, daripada memilih saham2 likuid. 

Tetapi saham-saham gorengan memiliki risiko trading yang sangat besar karena: 

  • Selain mudah naik, saham gorengan punya risiko turun puluhan persen dalam waktu singkat
  • Saham gorengan memiliki pergerakam grafik yang sulit diprediksi dengan analisis teknikal 
  • Banyak jebakan di saham gorengan yang seringkali tidai diduga trader ritel 
  • Banyak kepentingan gelap bandar di saham2 gorengan 
  • Banyak aktivitas 'pom-pom' di saham gorengan, di mana ketika bandar akhirnya melepas saham dalam waktu sangat cepat, maka trader ritel-lah yang akan jadi korbannya terlebih dahulu
  • Bandar saham tidaklah bodoh memasang harga2 yang mudah ditebak trader ritel

Sebagian besar anda mungkin sudah mengalami sendiri bagaimana nyangkut dan akhirnya harus cut loss di saham gorengan, karena pergerakan turunnya yang sangat cepat dan tidak terduga. 

Maka dari itu, kalau anda belum terbiasa trading di saham gorengan, terutama anda trader pemula, saya menyarankan anda untuk tidak gambling di saham2 gorengan. Carilah saham2 yang lebih likuid untuk trading. 

Kalau anda sering melihat trader2 dengan modal besar yang untung jumbo dari saham gorengan, percayalah bahwa saham gorengan tidak seindah yang anda bayangkan

Dibalik semua itu, ada banyak sekali trader ritel yang sebenarnya nyangkut, rugi puluhan persen, stress, sedih.. 

Salah satu cara bandar saham bekerja adalah dengan memancing trader ritel, trader2 pemula yang belum tahu risiko2 di saham untuk ikut masuk di saham2 gorengan, dan tujuannya adalah supaya bandar bisa mencetak profit besar, dan trader ritel nyangkut.

Jika anda sekarang tergoda membeli saham2 gorengan, saham2 yang tidak likuid karena anda:  

  • Ingin cepat kaya tanpa berproses dalam trading 
  • Ingin untung puluhan persen di saham setiap hari
  • Terpengaruh oleh trader-trader modal jumbo yang bisa untung terus dari saham gorengan

Maka anda harus menahan diri, karena mindset2 tersebut bisa menjerumuskan anda pada kerugian besar di saham2 lapis tiga. 

Maka dari itu, dalam trading anda harus menjaga dan mengembangkan modal trading anda dengan cara yang benar, karena ingatlah bandar yang melakukan 'pom-pom' di saham gorengan, mereka tidak peduli dengan seberapa besar kerugian yang anda alami di saham lapis tiga. 

Anda sendirilah yang memiliki tanggung jawab penuh terhadap trading anda. Anda boleh saja trading di saham gorengan, namun gunakanlah modal sekecil mungkin. 

Don't gambling and don't be greedy. Anda harus jauh lebih disiplin menetapkan take profit dan cut loss. Dan ingat juga, jangan pernah membeli saham gorengan tanpa menganalisa terlebih dahulu.


Katalog produk digital dan jasa freelance indonesia, cek dibawah ini.

Risiko Membeli Saham Gorengan

Saham gorengan merupakan saham-saham yang pergerakan harganya tidak likuid dan harga sahamnya mudah naik-turun dengan cepat dalam waktu singkat. Mayoritas saham gorengan harganya (nominal) murah / rendah dan juga memiliki kinerja fundamental yang tidak terlalu bagus.   

Kalau anda ingin paham ciri2 saham gorengan di pasar saham kita, anda bisa baca tulisan saya disini: Kenali Saham Gorengan di Indonesia

Dari sini kita bisa menyimpulkan bahwa saham gorengan adalah saham2 yang bisa memberikan keuntungan cepat untuk trader jangka pendek. Tapi di satu sisi, risikonya juga sangat besar. 

Anda pasti sering menemukan saham2 yang bisa naik 20% dalam waktu beberapa menit saja. Tapi tidak lama kemudian, sahamnya langsung anjlok lagi 20%. Atau mungkin anda sering menemukan saham2 yang begitu market dibuka, harganya langsung jatuh sampai 20% padahal kemarin sahamnya naik tinggi. 

Nah, inilah yang dinamakan dengan SAHAM GORENGAN. Salah satu kesalahan trader pemula yang sering dilakukan adalah trader pemula suka membeli saham2 gorengan karena harganya terjangkau (sesuai dengan modal yang dimilikinya). 

Padahal saham gorengan ini sangat berisiko. Baca juga: Saham untuk Pemula: Saham Apa yang Bagus? Ada tiga risiko yang akan anda hadapi jika anda terlalu sering membeli saham gorengan:  

1. Risiko psikologis 

Fluktuatif harga saham gorengan yang bisa naik dan turun drastis dalam waktu sangat singkat bisa membuat trader yang tidak sipa dengan risiko tinggi akan menjadi mudah panik dalam trading. 

Terutama trader pemula yang masih belum memiliki banyak pengalaman trading, maka secara psikologis saham gorengan ini bisa sangat berpengaruh terhadap kualitas trading anda. Bahkan kalau mental anda belum siap dan anda sudah dihadapkan dengan fluktuatif saham yang sangat tinggi, hal ini bisa mengganggu aktivitas pribadi anda. 

Bukankah lebih enak jika kita bisa tetap makan dan tidur dengan enak setelah membeli saham? Maka dari itu, kurangilah membeli saham2 gorengan. 

2. Risiko nyangkut 

Risiko nyangkut adalah risiko terbesar yang akan anda alami ketika membeli saham gorengan. Banyak sekali trader yang nyangkut di saham2 gorengan, saham2 IPO karena trader ingin mengincar profit cepat tanpa mempertimbangkan risikonya. 

Saham2 gorengan yang bisa turun dengan sangat cepat, membuat risiko nyangkut dan floating loss anda menjadi sangat besar. Hal ini berbeda kalau anda membeli saham2 yang fluktuatifnya lebih stabil. 

Maka jika saham anda turun, floating loss anda tidak sebesar saham2 gorengan dan saham2 yang likuid cenderung lebih mudah rebound dibandingkan saham2 gorengan yang peminatnya sedikit. Baca juga: 4 Momen Bagus untuk Beli Saham.

Hal ini juga seringkali terjadi pada saham2 IPO, di mana banyak saham2 IPO yang digoreng bandar, harga sahamnya bisa turun puluhan persen dalam waktu cepat, dan harganya tidak kembali ke harga awal. 

Saya pernah membahas beberapa studi kasusnya disini: Saham IPO yang Menjebak Trader: Studi Kasus Saham SWAT. Studi Kasus: Saham Gorengan dan Saham IPO. 

3. Risiko saham 'ditinggal bandar'

Ada banyak saham gorengan yang dahulu harganya bisa naik drastis, tetapi setelah beberapa lama, sahamnya turun terus dan tidak pernah sampai bertahun-tahun. 

Banyak saham gorengan yang sudah ditinggal bandar, sehingga ketika tidak ada bandar yang mengangkat harga sahamnya, maka ya sahamnya tidak akan bisa naik dalam jangka waktu lama. 

Seperti apa ciri2 saham yang ditinggal bandar? Anda bisa baca pos saya disini: Ciri-ciri Saham yang Ditinggal Bandar. 

Masalahnya, kalau anda sudah terlanjur beli saham gorengan dan saham anda turun, lalu saham yang anda beli ditinggal bandar, maka harapan saham anda akan naik ke harga beli anda akan sangat kecil. Anda hanya bisa berharap ada bandar yang mengangkat saham anda lagi. 

Tapi kalau anda membeli saham2 yang pergerakannya bagus, maka ketika saham2 tersebut turun, saham2 yang anda beli akan lebih mudah untuk rebound lagi. 

Anda yang berpikir bahwa dengan beli saham gorengan bisa untung cepat, hilangkan mindset tersebut. Dalam jangka waktu tertentu, anda mungkin bisa dapat profit besar dari saham gorengan, tetapi dalam jangka panjang, hal ini akan membahayakan portofolio anda. 

Kalau anda mau beli saham gorengan, gunakanlah modal sekecil mungkin dan anda harus lebih disiplin terhadap penetapan target take profit dan cut loss. 


Katalog produk digital dan jasa freelance indonesia, cek dibawah ini.

Cara Cepat Membaca Saham Gorengan

Jumlah saham gorengan di Indonesia sangat banyak. Selain itu, menilai apakah suatu saham masuk dalam daftar saham gorengan atau tidak, juga membutuhkan penilaian subjektif dari setiap orang.
Jadi tentu saja kita tidak bisa menyebutkan semua saham gorengan satu per satu. Daftarnya bisa jadi sangat panjaaang. Di beberapa pos berikut yang bisa anda pelajari disini: Daftar dan Contoh Saham Gorengan, Kenali Saham Gorengan di Indonesia. 

Saya seringkali mendapatkan pertanyaan dari rekan-rekan: ''Bung Heze, gimana caranya kita bisa mengetahui secara cepat apakah suatu saham masuk saham gorengan atau bukan?" 

Kalau anda bertanya cara melihat saham gorengan SECARA CEPAT, di pos ini saya akan memberikana beberapa tips agar anda bisa mengetahui apakah suatu saham masuk saham gorengan atau tidak. 

1. Lihat saham-saham top stocks

Untuk melihat saham2 gorengan, anda bisa melihat daftar saham yang masuk dalam top stock, yaitu saham2 yang masuk di top gainer dan top loser (pada software online trading anda). 

Atau anda bisa sort / urutkan saham2 berdasarkan kenaikan yang paling tinggi sampai penurunan paling rendah berdasarkan percentage % change-nya. Berikut salah satu contoh tampilan saham-saham yang masuk alam top gainer: 

Daftar saham gorengan
Saham2 yang masuk dalam top gainer, adalah saham2 yang bisa naik puluhan persen dalam waktu singkat (termasuk waran). Anda bisa lihat saham2 diatas seperti YPAS yang naik 35,76% atau saham ITIC yang naik 24,76%. 

Saham2 yang mudah naik dalam puluhan persen dalam sehari adalah ciri-ciri saham gorengan. Demikian juga dengan saham2 yang turun puluhan persen sehari. Hal ini karena saham gorengan memiliki likuiditas yang sangat rendah, sehingga sahamnya sangat mudah dinaik-turunkan oleh bandar dalam waktu singkat. 

2. Lihat saham2 yang selama jam trading harganya 0 atau Rp50

Jika anda sort harga saham berdasarkan tinggi rendahnya harga saham saat itu, maka anda akan melihat banyak sekali saham yang saat jam trading harganya Rp50 atau bahkan 0. Saham-saham yang harganya 0 (nol) adalah saham yang tidak ditradingkan di hari itu. 

Saham2 yang diperdangkan di sekitar harga Rp50 dan saham2 yang tidak ditradingkan, adalah saham-saham yang tidak likuid, dan suatu saat ketika saham2 tersebut ditradingkan, umumnya bid-offer dan naik-turunnya juga tidak stabil. Ini adalah ciri-ciri saham gorengan. 


Diatas adalah contoh-contoh saham yang tidak diperdagangkan, sehingga last price-nya Rp0. 

Jadi kalau anda menemukan saham tidur (tidak ditradingkan), atau saham2 yang harganya mendekati gocap, maka saham2 tersebut boleh dikatakan saham gorengan. 

"Tapi Pak Heze, selain saham-saham tersebut, pasti masih ada lagi kan yang masuk dalam daftar saham gorengan?" Tanya anda.  

Yap, dua cara diatas tadi adalah CARA CEPAT membaca saham gorengan. Tapi dengan dua cara itu, anda sudah bisa mendapatkan ratusan daftar saham gorengan di Indonesia, karena di Bursa Efek ada ratusan saham yang harganya Rp0, Rp50 atau yang naik-turun puluhan persen dalam waktu singkat. 

Kalau anda ingin mencoba "cara yang lebih lama", dalam arti analisis saham gorengan yang lebih spesifik, anda harus lebih dalam menganalisa beberapa poin. Dan kita sudah membahasnya disini: Kenali Saham Gorengan di Indonesia. 


Katalog produk digital dan jasa freelance indonesia, cek dibawah ini.

Saham Suspend & Saham Gorengan

Di web Saham Gain, beberapa kali kita mengulas tentang pergerakan-pergerakan saham. Dan salah satu pergerakan saham yang berisiko untuk ditradingkan adalah saham-saham gorengan. 

Likuiditas yang kecil dan fluktuatif harga yang tidak terkontrol menyebabkan banyak trader ritel yang terjebak di saham-saham gorengan ini. 

Ada banyak cara untuk mengetahui apakah suatu saham masuk dalam saham gorengan atau tidak. Anda bisa pelajari beberapa ulasan saya disini: Kenali Saham Gorengan di Indonesia

Salah satu cara paling mudah melihat saham gorengan adalah dengan melihat daftar saham yang sedang di suspend oleh Bursa Efek Indonesia. Daftar saham suspen bisa anda lihat di situs IDX berikut: Suspensi Saham IDX. 

Kalau anda belum tahu tentang suspensi saham dan mengapa suatu saham terkena suspen, anda bisa baca tulisan saya disini: Arti dan Ilustrasi Supsensi Saham.  

Intinya, saham-saham yang terkena suspen umumnya adalah saham2 yang bermasalah secara fundamental dan teknikal (pergerakan harganya tidak wajar) dan mayoritas saham2 yang terkena suspen adalah saham2 yang harganya sangat rendah (biasanya dibawah Rp1.000 per saham).

Untuk anda suka trading dan mencari saham2 yang harganya murah, saya menyarankan agar anda menghindari alias blacklist saham-saham yang dalam waktu dekat sedang terkena suspen.  

Hal ini dikarenakan saham-saham yang terkena suspen, ketika masa suspen-nya dibuka oleh Bursa Efek, pergerakan sahamnya biasanya sangat liar dan volatilitasnya tinggi. Banyak saham yang setelah masa suspen, harganya langsung terjun bebas. Contohnya seperti saham POSA berikut ini: 

Saham POSA
Saham POSA sempat terkena suspen selama kurang lebih 2 minggu. Setelah suspensi dibuka (tana lingkaran), saham POSA terus terjun bebas sampai harganya balik ke titik terendah (Rp50). Hal ini juga terjadi pada banyak saham yang pernah terkena kasus suspen (Contohnya seperti saham SIAP, IATA). 

Walaupun ada kemungkinan suatu saham bisa naik tinggi setelah masa suspen, namun ada baiknya anda tidak perlu bertaruh membeli saham2 yang risikonya besar, karena hal ini berbahaya untuk karir trading anda.

Saya seringkali menemukan trader yang tidak berhati-hati dalam membeli saham. Trader membeli saham hanya karena tertarik dengan pergerakan harganya yang sedang cepat. Padahal saham tersebut belum lama terkena kasus suspen. 

Akhirnya saham2 suspen tersebut justru menjadi bumerang bagi trader. Oleh karena itu, anda yang suka mencari saham2 harga murah dengan volatilitas agak tinggi, sering-seringlah cek saham2 yang sedang di suspen (di situs IDX), agar anda tidak terjebak membeli saham2 yang sedang bermasalah.

Berikut ini adalah contoh saham2 yang sedang di suspen oleh Bursa Efek (dibagikan oleh salah satu member di grup FB Saham Gain):  

Klik gambar untuk memperbesar

Saham2 yang di suspen diatas misalnya saham TRAM, SMRU, MYRX adalah saham2 yang waktu itu sangat bermasalah baik secara fundamental dan teknikal (anda bisa cari di Google tentang kasus Bentjok). Dan saham2 yang sudah bermasalah seperti ini, harganya akan cenderung turun sampai di harga gocap. Kalau saham sudah di harga gocap, anda tidak akan bisa menjualnya di pasar reguler. 

Jadi untuk saham-saham yang sedang di-suspen, ada baiknya anda blacklist sahamnya terlebih dahulu dari daftar trading anda. 


Katalog produk digital dan jasa freelance indonesia, cek dibawah ini.

Saham IPO = Saham Gorengan

Setiap ada saham yang barusan listing / melantai di Bursa Efek (terutama beberapa hari pertama), harga sahamnya biasanya akan naik dengan sangat cepat. Hari pertama bisa naik 30%. Demikian juga beberapa hari setelahnya, saham2 IPO masih bisa lanjut naik sampai puluhan persen. 

Tentu saja pergerakan saham2 IPO ini seringkali membuat para trader saham tergiur untuk mentradingkannya. Siapa yang nggak mau dapat untung 20-30% hanya dalam waktu singkat? 

Saya juga sering menerima pertanyaan teman-teman trader: "Pak apakah ada tips untuk trading di saham2 yang baru IPO? Soalnya biasanya naiknya cepet banget"

Namun kita semua tahu bahwa beberapa ciri saham gorengan adalah kenaikan harga sahamnya yang sangat cepat, dengan likuiditas rendah dan fluktuatif yang nggak wajar. 

"Jadi apakah saham IPO itu masuk dalam kriteria saham gorengan ya Pak Heze?" Tanya anda 

Betul, boleh saya katakan bahwa saham2 IPO mayoritas adalah saham-saham yang bergerak naik-turun tidak wajar, dengan likuiditas yang rendah. Kesimpulannya, banyak saham IPO yang merupakan saham-saham gorengan. 

Dalam 3-4 tahun terakhir, saya memperhatikan saham-saham yang baru IPO selalu punya pergerakan saham yang tidak wajar di awal2 IPO-nya, dan ujung2nya selalu berakhir jadi saham gorengan. Tidak sedikit juga saham2 IPO yang ditinggal bandar. Baca juga: Ciri-ciri Saham yang Ditinggal Bandar. 

Faktanya, walaupun banyak saham IPO yang punya brand ternama, tapi tidak lama kemudian sahamnya selalu berakhir dengan pergerakan harga yang jelek, downtrend dan tidak likuid. Anda bisa perhatikan contohnya seperti saham Garuda Food dan Campina. 

Emiten tersebut punya brand yang cukup terkenal, dan bahkan digadang-gadang akan menjadi saham blue chip yang baru. Namun, fakta justru berkata sebaliknya. Sekarang sahamnya 'tenggelam', nggak banyak dibicarakan, likuiditas sahamnya juga sangat rendah. 

Saham CAMP
Anda bisa lihat contoh saham Ice Cream Campina (CAMP) diatas, di mana tren sahamnya turun terus pasca IPO, dengan volume yang tipis. Dan mayoritas saham IPO selalu punya pergerakan saham yang kurang lebih seperti chart CAMP diatas, bahkan banyak yang pergerakan sahamnya lebih buruk. 

Mengapa hampir semua saham IPO itu pergerakannya seperti saham-saham gorengan? Apakah hal ini menandakan bahwa pasar saham kita tidak sehat? Apakah saham2 IPO masih layak ditradingkan?

Kita semua tidak pernah tahu apa tujuan sebenarnya perusahaan bersedia untuk go public. Secara teori, tujuan perusahaan go public adalah untuk mendapatkan pendanaan dari pasar modal. Tapi saya yakin praktikknya tidak sehitam putih itu. 

Kalau tujuannya hanya untuk itu, saya yakin banyak manajemen perusahaan yang ogah untuk IPO. IPO itu sendiri juga membutuhkan biaya yang tidak sedikit. 

Setelah IPO, perusahaan juga memiliki banyak kewajiban, keterbukaan informasi yang harus diungkapkan ke publik. Perusahaan harus membayar biaya-biaya seperti: 

- Biaya jasa pencatatan tahunan saham pada Bursa Efek. 
Biaya pengawasan ke Otoritas Jasa Keuangan melalui situs SIPO.OJK.GO.ID. 
- Biaya jasa kantor akuntan publik (audit laporan tahunan)
- Biaya jasa penyimpanan dan penyelesaian transaksi efek ke Kustodian
- Biaya jasa notaris (untuk RUPS)

Dan tentu itu semua costly alias butuh biaya yang tidak sedikit. Di satu sisi, perusahaan harus mengungkapkan keterbukaan informasi yang akurat (jumlah pemegang saham Direksi Komisaris), keterbukaan laporan keuangan kepada publik, kewajiban menyelanggaran RUPS (biaya lagi dan lagi). 

Jadi dalam hal ini untuk bisa mendorong perusahaan2 tertutup agar mau go public, Bursa Efek memberikan insentif2. Beberapa diantaranya adalah memberikan keringanan biaya IPO, dan keringanan minimal jumlah saham beredar. Hal ini karena Bursa Efek juga ingin mengejar target jumlah saham yang IPO di Indonesia. 

Dengan adanya keringanan2 ini, maka mulai banyak perusahaan yang IPO. Jadi nggak heran kalau mayoritas perusahaan2 IPO zaman sekarang sahamnya sangat tidak likuid, karena banyak perusahaan yang "asal-asalan" dalam IPO, mengingat syarat jumlah saham beredarnya tidak sesulit dulu (dengan saham yang sedikit sudah bisa IPO).

Di satu sisi, manajemen perusahaan bersedia IPO karena ada 'tujuan-tujuan lain', yaitu "orang dalam" (owner dan manajemen) ingin mendapatkan KEUNTUNGAN PRIBADI dari kenaikan harga sahamnya di pasar reguler (setelah IPO). 

Bagaimana caranya? Ya dengan "menggoreng" sahamnya sendiri, yang biasanya juga dilakukan melalui 'bantuan pihak ketiga' (bandar). Dari aksi goreng-menggoreng sahamnya sendiri itulah "orang dalam" bisa mendapatkan keuntungan yang sangat besar dari saham-saham yang berhasil listing di Bursa.

Anda mungkin ingat dengan kasus saham POSA yang digugat melalui jalur hukum karena kegiatan menggoreng saham dalam jumlah masif, yang banyak sekali memakan korban trader ritel. Baca juga: Belajar dari Kasus Saham POSA. 

Apabila anda cermati pergerakan saham2 IPO, hampir semua pergerakan harga sahamnya sangatlah tidak wajar. Setelah saham naik tinggi, harganya bisa jatuh drastis sampai balik lagi ke harga IPO, dan mendadak nyaris tidak ada transaksi sama sekali. 

Ya inilah yang dinamakan dengan permainan bandar dan "orang dalam", karena seperti yang saya tuliskan tadi: Kalau perusahaan dianjurkan untuk IPO hanya dengan tujuan "biar dapat pendanaan segar", "biar nilai perusahaan bertambah", maka manajemen perusahaan juga pasti akan penuh pertimbangan dalam IPO. 

Walaupun sudah ada insentif2 yang diberikan Bursa Efek, tapi tentu saja manajemen juga ingin mendapatkan keuntungan dari saham yang sudah di-listing-kan di pasar saham. Cara satu2nya dengan menaik-turunkan harga saham sesuai keinginannya.

Apalagi dengan keringanan dan insetif2 itu tadi, maka syarat IPO jadi lebih mudah. Dengan saham beredar yang sedikit, perusahaan sudah bisa go public. Semakin sedikit jumlah saham yang dilepas ke market, semakin mudah manajemen untuk 'setting' harga sahamnya. Paham sampai disini? 

SAHAM IPO SANGAT BERISIKO

Nah, kita semua sudah tahu permainan saham-saham IPO ini. Itu artinya, saham IPO adalah saham yang sangat berisiko untuk trading. 

Jujur saja, saya sangat tidak menyarankan anda untuk trading di saham IPO, terutama kalau saham IPO itu baru listing di hari-hari awal. Kalau anda ingin trading di saham2 IPO, saran saya tunggulah paling tidak 1-2 minggu setelah sahamnya IPO dan pergerakannya sudah tidak seliar hari-hari awal. 

Dan untuk saham2 IPO, anda bisa pertimbangkan untuk trading cepat alias scalping. Anda harus jauh lebih disiplin untuk take profit dan cut loss, serta menggunakan modal kecil. 

Mayoritas saham2 IPO tidak bisa kita tebak arah pergerakannya, karena bandar lebih banyak berperan mengatur harganya demi keuntungan manajemen. 

Jadi kalau anda menyimpan saham2 IPO yang tidak likuid dan fundamentalnya juga tidak jelas, maka risikonya akan besar. Contohnya seperti saham SWAT. Baca disini: Saham IPO yang Menjebak Trader: Studi Kasus Saham SWAT. 

Semoga pos ini bisa membuka wawasan kita semua tentang trading saham. Pesan saya, jangan mudah tergiur oleh saham-saham IPO yang selalu jadi top gainer. 

Ada banyak permainan saham IPO yang sangat berpotensi merugikan trader, dan saham2 IPO yang tidak likuid akan sulit untuk dibeli (banyak spread bid-offernya yang renggang). 

Untuk menciptakan portofolio saham yang sehat, prioritaskan untuk membeli saham2 yang bagus secara teknikal dan fundamental.

SAHAM IPO YANG SEHAT 

Kedepan saya (dan anda juga pasti sependapat) sangat berharap agar banyak perusahaan dengan kinerja yang benar2 bagus bisa melantai di Bursa, dan bisa mencatatkan jumlah saham beredar yang banyak, sehingga sahamnya jadi likuid. 

Sebagai trader dan investor, semakin banyak perusahaan sehat yang masuk Bursa, semakin bagus juga kualitas pasar saham dan kesempatan kita meraih profit dan mengurangi risiko akan semakin besar. 

Selain menjalankan aktivitas trading saham, kita semua juga turut berdoa yang terbaik agar kualitas pasar saham kita semakin baik dan berjaya. 


Katalog produk digital dan jasa freelance indonesia, cek dibawah ini.

Backlink 9999 Traffic Super

Order Now...!!!!